Kirab Kota Republik
Selasa 4 Januari 2011 Jam 14:00 – 18:00
Jalan Maliboro berakhir di Pagelaran Kraton Yogyakarta
Pada tanggal 3 Januari 1946, Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubhuwono ke IX mengundang Soekarnao, Hatta, dan seluruh kabinet I Republik Indonesia untuk memindahkan ibu kota republik ke Yogyakarta dari Jakarta yang sudah dikuasai oleh tentara Belanda. Dengan tujuan untuk meyelematkan republik yang masih bayi. Rombongan secara resmi tiba di Yogyakarta pada tanggal 4 Januari. Sehari kemudian Yogyakarta di serang Belanda. Tapi karena status Yogyakarta adalah kerajaan yang berdaulat, Belanda juga tidak bisa membabi buta. Semua strategi, biaya, hingga gaji seluruh kabinet, tentara, dan pegawainya, pada waktu itu ditanggung oleh Kraton Yogyakarta. Peringatan ini dimaksudkan untuk menggelorakan semangat persatuan dan saling menghargai antara Keraton Yogyakarta dan Pemerintah Republik Indonesia Jogja Hip Hop Foundation diminta tampil oleh Kraton Yogyakarta di acara puncak kirab yang diadakan di Pagelaran Kraton Yogyakarta (alun-alun utara).