Jangan Memilih Jokowi Karena Kill the DJ

REVOLUSI MENTAL!

Jangan Memilih Jokowi Karena Kill the DJ

Akhir-akhir ini banyak pertanyaan dari beberapa penggemar melalui twitter dan facebook, “kenapa mendukung Jokowi?”. Banyak penggemar berharap bahwa sebagai musisi atau seniman seharusnya aku netral. Tentu saja sebagian besar penggemar itu juga “sedulur” dan “bregada” dari Jogja Hip Hop Foundation yang selalu menemani kami dari panggung ke panggung. Karena tidak mungkin aku menjawab pertanyaan, melalui tulisan ini, ijinkan aku menyapa kalian semua dan menjelaskan alasan-alasan dengan bahasa yang paling sederhana agar kalian bisa memahami.

Bagi kalian yang berumur 30 tahun ke bawah, tentu tidak pernah benar-benar mengerti arti dari kebebasan berekspresi dan berpendapat, karena tidak merasakan susahnya jaman orde baru. Di jaman orde baru, kebebasan berekspresi dan berpendapat dikekang, jika kalian mengkritik negara atau pejabat, maka kalian akan dianggap subversif (pemberontak). Bahkan, jika kamu menjadi bagian dari aktivis yang memperjuangkan demokrasi, kamu bisa saja diculik atau mati dihilangkan. Sebuah unit yang dikenal dengan Tim Mawar dibawah asuhan Prabowo Subianto, yang saat ini maju menjadi calon presiden dibentuk untuk meredam para aktivis yang memperjuangkan demokrasi. Banyak teori konspirasi di belakang kasus ini, termasuk para atasan Prabowo yang dulu ikut menandatangani surat pemecatan dirinya. Aku memilih tidak mau berasumsi dan berspekulasi, tapi punya tuntutan yang jelas agar segala misteri berbagai kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia itu bagaimanapun harus diungkap untuk rasa keadilan, agar selamanya bangsa kita tidak dibangun dengan kebohongan demi kebohongan. Karena yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan (Gus Dur).

Sekarang, coba bandingkan dengan kenyamanan kita saat ini ketika menggunakan twitter atau facebook untuk sekedar berbagi, curhat, atau bahkan mengkritik negara, termasuk mention presiden kita @SBYudhoyono. Tapi yang harus kalian ingat, bahwa kebebasan kita hari ini diperjuangkan dengan darah dan nyawa oleh para aktivis mahasiswa. Sayangnya, setelah 16 tahun agenda reformasi, demokrasi kita tersandra oleh partai-partai politik busuk yang hanya peduli dengan kepentingan golongan mereka sendiri. Partai-partai politik yang sebagian besar lahir paska ’98 itu sudah tidak lagi peduli dengan cita-cita reformasi, juga sudah lupa dengan darah dan nyawa yang telah memperjuangkan demokrasi sehingga saat ini mereka bisa berpolitik secara bebas. Bahkan diktator Soeharto dihidupkan dari kubur dengan kalimat “isih penak jamanku to?” Omong kosong! Kebebasan itu seperti udara, kita baru terasa arti pentingnya ketika hal itu hilang dari kehidupan kita.

Dalam perjalanan Indonesia menjadi negara demokrasi sesungguhnya, di pemilihan presiden 2014 ini secara natural seleksi alam terjadi, mereka yang hanya mengamankan kepentingan kekuasaan berkumpul dalam satu koalisi bagi-bagi kursi yang mengusung Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa. Rekam jejak para elite partai-partai pendukungnya jauh dari kata bersih, tentu kalian masih ingat korupsi sapi PKS, lumpur Lapindo Bakrie Ketum Golkar itu, korupsi dana haji Surya Darma Ali, dan masih banyak lagi. Bahkan mereka menerima berbagai macam ormas keagamaan yang sering mencederai prinsip Bhineka Tunggal Ika dalam barisan koalisinya.

Sebagai pendukung Jokowi, aku tidak gelap mata, aku tahu eltie-elite partai di belakang Jokowi juga tidak sepenuhnya bersih. Bedanya hanya karena mereka menurut dengan cara bersih yang digunakan oleh Jokowi dan setuju untuk tidak bagi-bagi kekuasaan. Jokowi juga tidak mau disetir oleh parpol pendukungnya termasuk PDI-P yang mengusungnya menjadi calon presiden, itu kenapa Megawati menyerahkan semua keputusan koalisi dan cawapresnya kepada Jokowi.

Tidak ada yang sempurna dari semua kandidat calon presiden, Jokowi bukan nabi yang pantas didewakan, dia menempuh perjalanan sejengkal demi sejengkal untuk mengembalikan kedaulatan dan menyatukan sebuah tekad yang sama untuk Indonesia yang lebih baik. Jokowi adalah kehendak jaman, dan seperti biasa, pasti banyak kepentingan dan kuasa yang ingin mencegahnya dengan cara apa pun.

Seperti kita ketahui, di Indonesia politik uang sudah sedemikian dahsyat merusak demokrasi dan mentalitas warganya. Para politikus menghalalkan segala cara untuk berkuasa. Biaya politi yang sangat mahal itu tidak akan sebanding dengan gajinya ketika menjabat, akibatnya korupsi membabi-buta mereka lakukan ketika menjabat agar bisa balik modal. Belum lagi cukong-cukong yang memodali kampanye minta dimuluskan semua proyek-proyeknya. Selamanya ekonomi kerakyatan, kedaulatan pangan dan energi, tidak akan tercipta dari kondisi semacam itu.

Bagiku Jokowi adalah pencerahan dan antitesis karena tidak mau terjebak ke dalam lingkarang setan itu. Sebagaimana praktek demokrasi di negara maju, Jokowi juga mengajak rakyat pendukungnya untuk menyumbang dana kampanye dan penggunaannya dilaporkan secara terbuka. Kenapa demikian? Dia ingin mengajak masyarakat pendukungnya untuk terlibat dalam “kegembiraan politik” yang dia kampanyekan dengan patungan biaya kampanye, sehingga ketika menjabat sebagai presiden, dia mengembalikan amanahnya untuk melayani rakyat. Karena inti dari demokrasi adalah kekuasaan di tangan rakyat. Apapun yang akan terjadi setelah pilpres, siapa pun yang menang, pasti banyak warga negara Indonesia yang akan bangga telah ikut memberikan sumbangsih bagi masa depan Indonesia yang lebih baik dengan berdiri di belakang Jokowi.

Aku berharap apapun pilihan kalian lakukanlah dengan cerdas dan mandiri, bukan karena citra, agama, partai, uang, dll. Citra? Selama 10 tahun kita pernah dipimpin oleh presiden yang dipilih karena citra ganteng, pandai bernyanyi, santun berpidato, dan kalian semua tahu apa hasilnya. Agama? Tidak ada hubungannya antara agama dan politik, karena agama mengajarkan kebaikkan dan cinta kasih, sementara politik mengajarkan sikap oportunis yang akan mengesampingkan nila-nilai agama. Partai? Semua partai busuk dan aku bukan simpatisan PDI-P, aku juga menghadang Prabowo ketika maju menjadi cawapres Megawati di pilpres 2009, bedanya saat itu media sosial belum seheboh sekarang ini. Uang? Politik uang adalah sumber dari segala sumber kejahatan penyelenggaraan negara sebagaimana sudah aku jelaskan di atas.

Jangan memilih Jokowi karena aku mendukungnya, tapi memilihlah karena kalian cerdas dan mau belajar sejarah bangsa ini. Jangan memilih Jokowi karena aku menjadi relawannya, tapi memilihlah karena kalian punya prinsip yang kuat dan tanpa rasa takut membela kebenaran! Jangan memilih Jokowi jika kalian ingin menjadi bagian dari fitnah, sebab fitnah adalah sikap yang tidak kstaria dan pecundang. Kecuali kalian rela menjadi bagian dari nilai-nilai yang busuk dan kotor itu. Sahabatku Anies Baswedan pasti setuju, karena jika kalian seorang muslim yang taat, kalian akan meneteskan air mata ketika diimami sholat oleh Jokowi dengan bacaan ayat-ayat Al Qur’an secara tartil. Bagaimana orang sebaik itu difitnah sedemikian rupa agar ketulusannya dibungkam.

Bagiku, jika dulu golput adalah perlawanan, sekarang golput adalah ketidak-pedulian, karena membiarkan kejahatan kembali berkuasa. Aku yang dulu golput permanen, kali ini dipaksa keadaan dan nurani untuk harus berpihak karena status negara dalam keadaan genting dan bahaya. Aku tidak mau demokrasi kembali tersandra oleh maling-maling dan aku dipaksa keadaan untuk turun tangan ikut memberikan andil menyelamatkannya.

Terakhir, dalam sebuah negara demokrasi yang kita sepakati (kecuali tidak sepakat), dukung-mendukung adalah hak setiap warga negara, sebagaimana golput juga hak yang dilindungi undang-undang. Tidak ada teori bahwa seorang seniman atau musisi harus netral atau golput, apalagi menganggap seniman netral sama dengan suci, itu omong kosong yang menggelikkan karena tidak ada orang suci di muka bumi ini. Pada pemilihan presiden di Amerika, Obama didukung oleh Jay-Z, Will-I-Am, Pearl Jam, Katty Perry, Tom Hanks, Steven Spielberg, dan masih banyak lagi. Mereka bukan hanya bernyanyi di panggung-panggung kampanye, tapi juga menyumbang dana dengan angka-angka yang fantastis, bukan seperti artis-artis Indonesia yang justru minta bayaran sangat tinggi ketika kampanye. Ironis ketika para musisi sering menuntut negara untuk melindungi industrinya tapi di saat bersamaan ikut merusak demokrasi itu sendiri.

Aku menjadi relawan Jokowi dan menyumbang lagu “Bersatu Padu Coblos No.2” secara sukarela tanpa bayaran. Sebab pada titik akhir, aku hanya ingin dikenang karena berkontribusi, bukan hanya pandai mengkritik. Pesanku, jadilah pemilih yang cerdas, mandiri, dan bermartabat.

Salam Revolusi Mental!

Marzuki Mohamad a.k.a Kill the DJ

139 comments
  1. Pertama jangan mudah lupa, kedua pilih Jokowi.

  2. rizki utomo said:

    Semoga harapan kita menjadi negara yg demokratis dengan presiden yg mengayomi kemaslahatan rakyat terkabulkan. Bacaan yang menyegarkan.

  3. Ryuuga_Hide said:

    hahaha, satu lagi mantan aktivis yang kena propaganda wiranto. eh asal loe tau dalang pelanggaran ham dan kerusuhan 98 tak lain dan tak bukan ya wiranto sendiri yg skarang mendukung jokowi. prabowo hanya jadi kambing hitam untuk menutupi kesalahan wiranto. makanya tong dulu waktu jadi aktivis jangan asal kemakan emosi, baca juga sumber” sejarah lain. silahkan cari sendiri sumbernya, yang mungkin skarang sulit di cari karena pemerintah berusaha mati”an menutupinya. sama seperti usaha pak harto menutupi bahwa dalang G30S-PKI sebenarnya adalah dirinya sendiri dengan memusnahkan bukti” dan mengkambing hitamkan Soekarno supaya dia bisa menjabat sebagai presiden menggantikan beliau….

  4. O F said:

    Tapi kenapa jokowi ingkar dengan warga solo,dan jakarta yg dipimpin ny, itukan buruk semurut saya.
    Bukan kah segala sesuatu dimulai dari hal yg kecil, ingkar kecil
    bisa jadi ingkar besar bro…!

  5. Admin said:

    Super sekali mas…sepakat!!!

  6. AJI said:

    ketika sesorang yang berusaha menyelamatkan kepentingan orang banyak dengan memilih pemimpin yang mengayomi rakyat, saya percaya tuhan akan mengabulkan, karena suara rakyat adalah suara tuhan
    -salam damai dan salam dua jari dari kudus

  7. heldaferapuspita said:

    Keren Mas :)

  8. kalo ahmad dhani kecewa sama jokowi karena tidak disambangi dan diberikan ucapan terima kasih… saya harap mas sebagai musisi tidak demikian :)

  9. Siiippptt Joozzzz Ohm Juki..!?

    #Apapun pilihan kita, kita ini adalah saudara..!? 3:)

  10. Bravo teman. Tulisan yang bermanfaat membuat saya memantapkan diri untuk memilih Joko Widodo.

  11. tooti said:

    Setuuujuuuu…semoga smua blom amnesia ttg orde baru

  12. Diana said:

    Gue suka gaya loe

  13. jubel said:

    Salam dua jari. Sangat setuju. Dulu setiap pilpres semua wajah kampret saya coblos, hanya agar surat suara tidak disalah gunakan. Cuma itu cara melindungi bangsaku. Tapi kali ini…. Ooooo, tentu tidak! Mutlak saya coblos Jokowi TANPA RAGU. Kerja jelas, latar belakang jelas, dan tujuannya pun jelas. Untuk RAKYAT. Semangat kawan, perjuangkan kemerdekaan yang sesungguhnya. Jangan lagi mau dijajah bangsa sendiri.
    Akhir kata, salam Bhineka Tunggal Ika :)

  14. nurani said:

    justru seniman harusnya bersama akademisi dan aktivis memiliki keberpihakan secara politis. matur nuwun juga mas :)

  15. Paijo said:

    Kasihan rakyat Indonesia yg beda dgn Kill The DJ ini. Dibilang tidak cerdas, tidak punya harga diri, tidak bermartabat. Potret anak bangsa macam apa ini? Suka memecah belah. Tidak bisa menghargai pilihan orang lain. Kau bilang ini negara demokrasi?

    Kill The DJ ini telah berusaha menghambat prabowo utk mjd presiden. Tapi sayang gagal. Emang nape dihambat2 segale… konstitusi kan tak pernah melarang siapapun anak bangsa utk menclonkan sbg capres atau cawapres. Emang loe lebih berkuasa dr konstitusi, kok nghambat2 segale. Kelakuanmu aja jauh dr demokrasi kok ngajak berdemokrasi.

    Hargai pilihan bro, jangan sok Pinter. Semua juga punya data dan analisa gak cuman loe doang… Kayak tuhan aje ngrase paling tau semue.

    Wake up Man…

  16. Reblogged this on A Pathway to God and commented:
    Ikut senang bahwa kaum muda mau mempertimbangkan aspek sejarah bangsa ini. Generasi yang tahu rasa terima kasih sudah sepantasnya sadar diri bahwa aneka kemudahan saat ini terjadi tidak dengan modal sulap; ada banyak pihak yang menjadi korban dan dikorbankan. Tentu tak perlu membalas nyawa dengan nyawa, tetapi juga rantai kekerasan mestilah dihentikan. Thanks to Kill the DJ.

  17. Ris KY said:

    pilihan datang dari hati, bukan dari omong kosong yang hanya manis di bibir saja,
    (y)

    Nice

  18. Reblogged this on Cerita-ceritaku and commented:
    Setuju bukan karena saya ikut-ikutan tapi memang “Jangan Memilih Jokowi karena Kill the DJ” atau bahkan Karena apa dan siapa. memilih karena sejatinya memang pemilihan presiden kali ini bukan sekedar melihat elok janji visi misi bahkan eloknya ketegasan dan kerakyatan. pilihlah sesuai apa yang Indonesia bisa lakukan lebih bermartabat. Kekecewaan pasti ada tapi sebelum kecewa karena keliru memilih maka pertimbangkan pilihan kita. dan jangan ikut-ikutan.

  19. naufal said:

    mantaf…TPS akan penuh lagi karena golput sudah menyadari keberadaannya sebagai penerima hak untuk menentukan siapa yang akan memimpin negara ini,semoga TPS ku juga penuh…hehehe…

  20. Agung Satoto said:

    Mantap….setuju sekali..
    Saatnya kita bangkit, saatnya perubahan terjadi.
    Tunjukan pilihan cerdasmu.
    Salam dua jari. JKW4P

  21. Semoga rakyat dimudahkan dalam proses demokrasi yang mengalami kemunduran ini, Masyarakat dibuat terlena dengan “Piye kabare?” seolah-olah mereka ingin kembali ke masa kelam orde baru.. saya dukung Pak! kita dukung Jokowi-JK!!

  22. Bagus Krishna said:

    Dengan ini saya menyatakan untuk tidak lagi jadi golput. Detik ini saya akan gunakan hati nurani untuk memilih no 2 karena saya cinta indonesia :)

  23. dhian said:

    Aku pilih jokowi karena pengen indonesia yg bermental bersih. Yang tak siap perubahan pasti ngga berani pilih jokowi. Karena jabatan akan dilelang dan siapa berprestasi yg akan menang bukan yang punya uang. Pns ngga bisa lagi pulang sehabis solad luhur dan ngga balik lagi. Pkl akan ditata dan preman ngga bisa malakin lagi.
    Tentunya yg ngga berani jujur, yg ngga mau diatur dan yg suka uang sabetan ngga akan stand on the right side.
    Dan untuk semua mahasiswa trisakti yg mei itu terkurung tertekan dlm suasana mencekam dikampusnya, melihat temannya mati didepan mata. Aku bulatkan tekat memilih no 2

  24. Kurui said:

    Keliatan banget subyektifnye cara ente biking tulisan wan haha.. Ane ngga mihak ke salah satu pasangan capres, cm ngebace tulisan ente yg cm ngeliat sisi negatipnye si Prabowo & satunye lg ente cm liat sisi positipnye si Joko, ane bs nebak kl ente tim sukaesihnye si Joko.. :D
    Ngeliat segale sesuatunye kl mau obyektip ngeliat satu hal, minimal lu liat dr 2 sisi wan, n jangan make kacamate nyang burem..

  25. wisnuvb said:

    Luar biasa,,saya setuju banget mas

  26. Setuju mas.. Saya masih anak-anak waktu 98 terjadi. Sedih rasanya sejak hari itu, sampai sekarang, ternyata kita tidak kunjung dipimpin oleh manusia-manusia yang baru. Saya juga tak peduli dengan partainya, dengan agamanya, dengan kekayaannya, apapun. Saya hanya ingin manusia yang baru, yang resik sikap, yang putih sejarah, yang memang niat mau menghasilkan kebaharuan. Bukan gerbong lama. Entahlah. Namanya juga berharap ya. Heran dengan sesama kawan, apa iya mau terus merasakan negara yang begini. Ayolah.. apa kalian nggak cape?

  27. aisyahfadiya said:

    Reblogged this on Catatan Aisyah and commented:
    Membaca tulisan ini, saya teringat dengan obrolan saya dulu dengan Ibu. Saat itu ibu bercerita, si fulan dan si fulan, orang di desa kami yang menjadi korban karena dituduh terlibat dalam gerakan PKI. Padahal, saat saya sudah besar saja kondisi desa kami masih mirip “hutan” di bawah kaki kunung yang banyak rumah belum diterangi listrik, tidak terbayang deh – apa benar ada orang-orang kampung saya yang kerjanya menanam ubi ikut-ikutan partai pada tahun 60-an?
    Dan satu hal yang tidak saya lupakan dari era Orde Baru adalah harga jual cengkeh di desa kami hanya berkisar 1.800 hingga 3.000 rupiah per kg. Murah sekali, sehingga kendati kami punya cengkeh berton-ton, tetap saja hidup susah. Namun begitu Pak Harto jatuh, harga cengkeh pernah menyentuh angka 80.000 rupiah. Berkat cengkeh itu, orang-orang di kampung kami bisa bangun rumah yang memadai, bersekolah, dan hidup lebih layak.
    Jadi, saya tak semilimeterpun menganggap benar quote “Enakan jamanku tho” dan tidak secuil debu pun saya dukung wacana menjadikan Pak Harto jadi pahlawan. Hidup di kampung kecil kami yang begitu perih dan sulit di era kepemimpinannya, tak akan pernah terlupakan hingga akhir hayat.

  28. cinta damai said:

    sangat inspiratif dan memantabkan pilihan, bukan karena pengaruh tapi mata hati ini bener-bener melek

  29. Mulyadi said:

    Well said, Bravo Mas DJ

    Kindness deserve Kindness

    Salam Dari London -UK

  30. setuju, jangan memilih karena orang lain, no comment deh uat artis indonesia :D :D

  31. edy saputra said:

    ijin share ya ma bro,,

  32. singa said:

    yes, saya cerdas dan masih mempunyai nalar. saya pilih 1

    sangat disayangkan anda pro kesalah satu capres. dunia kreatif tanpa pemerintah tetap hidup….WTF lah segala ideologimu selama ini….MUNAFIK!!!

  33. Aku baru tau siapa anda setelah lihat lagu tentang jokowi di tv, dan lagunya sangat kreatif dan byk teman2 dan kerabatku yg memuji. dan setelah baca ini aku jadi tau alasan kamu kenapa memilih jokow. salam 2 jari

  34. anonymous said:

    Wiranto, Hendropriyono, dkk sekarang ada di pihak mana?
    #MenolakLupa

  35. ndah said:

    cara pandang om juki emang selalu keren! (Y) (Y)

  36. Mantap. Lanjutkan perjuangan anda. Salam 2 Jari dari Bandung.

  37. Chandra Marsono said:

    I feel you mas Bro.
    Kebebasan berekspresi saat ini tidak akan dapat kita nikmati lagi jika orde Baru kembali. Kita takkan pernah tahu arti kebebasan sampai kebebasan itu diambil dari kita.

  38. paijo said:

    Sepurane,,, opo gak goro2 pak morotuwo mas maleh dadi milih kae?

  39. iben said:

    Sekarang saya tanya balik kepada kill the DJ. Siapa yang memenjarakan org2 yg mengkritik calon presidennya? apakah tim jokowi atau prabowo? karena sepemantauan saya di media sudah 3 org di laporkan oleh timses jokowi ke polisi karena dituduh melakukan black campaign lewat media.

    bukan hanya jokowi yg diberikan black campaign, prabowo pun sama. dituduh dajjal oleh salah satu org yg mengaku kader pdi p (entah benar atau tidak), Dituduh memohon ke warganegaraan jordania, sehingga bisa melanggar PKPU tentang syarat capres dan cawapres. dituduh pelanggar HAM, (kalau memang pelanggar HAM, kenapa pdi p pernah mengusung prabowo jd cawapres megawati?) dituduh ini, itu dan sebagainya, tp tidak ada 1 pun yg dipenjarakan.

    Lalu apakah kebebasan berbicara dan mengkritik mana yg anda maksud merdeka? apakah ketika memgkritik kita dipenjara? atau seperti pasca reformasi yg bebas mengkritik tanpa khawatir di pnjara atau di bungkam.

    saya sudah jelas tidak memilih jokowi karena anda. tp sy tidak memilih jokowi karena saya pintar dan mengharapkan kebebasan berpendapat.

    salam freedom.

  40. dulkunyuk said:

    istimewa mas dab.

  41. Ning Raswani said:

    Tullisannya sangat menyentuh. Masih segar diingatan saya pada jaman itu. Kebebasan terpasung.. Yang sangat menyedihkan adalah generasi muda kita tidak pernah mendapatkan informasi yang benar. . Sejarah orde baru masih gelap . Tak ada sejarawan hebat yang mampu menuliskan kebenaran secara lengkap. Atau kebenaran.itu masih tertutp kabut tebal. Pekat yg sulit ditembus. Entah kapan kebenaran akan terungkap?

  42. jrta said:

    must read!

  43. goweser jogja said:

    mantap bro…

  44. al masikh ad dajjal said:

    Emangnya partai pengusung jokoi partai yg bersih bung,,tau apa anda ttg dosa2 partai pengusung ProBowo? Klo ksh komen yg berimbang,,Partai Dolly Indonesia Perjuangan adlh partai terkorup versi KPK,,politisinya sbg beking mafia2 bisnis Lendir macam Dolly,Jarak,Sarkem dsb..Anda jgn menjelek2kan pemerintahan SBY,,ngaca donk..liat Megawati yg cuma mimpin Indonesia gk sampai 5 tahun…apa yg dia lakukan?? Ruar biasa kebijakan mb mega,,Indosat dijual,privatisasi aset2 BPPN,kontrak2 migas dgn harga murah,,lepasnya pulau Sipadan Ligitan,,blm lg pemberlakuan UU outsourcing bagi buruh,,lepasnya para konglomerat hitam perampok BLBI ke luar negri

  45. Evy Lestary said:

    Salam 2 jari Jokowi Jk pastI

  46. harmonicide781 said:

    good opinion and review

  47. Satyo Hantoro said:

    Sayang sekali, Jogja Hip Hop Foundation harus terjun ke politik dengan alasan yang klise, kenapa anda tidak berani jujur bahwa anda juga mendapat honor dari fee pembuatan lagu dan video klip untuk iklan Jokowi?
    Jujur, tadinya saya beranggapan bahwa Jogja Hip Hop ini sebuah group music yang netral tanpa imbas politik, ternyata ujungnya sama saja..UUD, Ujung Ujungnya Do It..

    Sukses deh buat Kill The DJ, tolong kalau bisa bikin lagu juga dong buat temen2 Dolly, terserah sampeyan mau dalam posisi yang Pro atau Kontra terhadap kebijakan Partai pengusung tokoh pencetus Revolusi Mental kebanggan sampeyan..

    Silahkan….

  48. kangidink said:

    Piye lek deklarasi mendukung iku sambil nenggak miras mas?(@jabar), piye lek duite sumbangan asli sko timses(media banyuwangi dan jabar) Opo iku bagian sko revolusi mental? Lalu dimana letak orisinilnya mas
    Kabeh onok plus minus.intine sak karep wesss

  49. Prothexus said:

    Setuju!!!! Nggak ngerti sm yg masih suka ngomong: Enak jamanku toh? Menurutku itu orang2 yg enak hidup di jaman orba dan bapaknya mungkin bisa korupsi. Tapi susah dijaman sekarang. Heran sama orang2 yg masih pengen balik lagi ke jaman dulu. Bukanya dijadikan pelajaran tetapi malah hidup di masa lalu. Kalaupun sekarang ntar salah lagi..ya terus melaju sampai mendapatkan “yang benar”.

  50. Nha Bhok Seng said:

    yah memang dia yang hebat, saat debat saja dia sudah bawa kartu, trs untuk debat berikutnya entah kartu apalagi yang akan dikeluarkan, kartu AS?. Seorang Capres harusnya punya konsep, bukan pengalaman blusukan, karena yang kita hadapi bukan di kota/provinsi , tapi masalah nasional yang kompleks, belum lagi masalah International. .

  51. Atiq Ahmad said:

    Didalam pilpres ini, saya merasa bersemangat sekali untuk ikut “NYOBLOS” menentukan pilihan saya untuk calon president saya. Pilihannya sudah jelas Prabowo atau Jokowi. Sayapun sangat bersemangat waktu pilpres sebelumnya antara SBY dan Megawati, karena merupakan pemilu pilpres pertama secara langsung, dan saya waktu itu Nyoblos SBY dan saya bangga tentang ini. SBY telah berbuat banyak untuk negeri ini dan SBY tahu bhw banyak sekali permasalahan2 yg harus diselesaikan dinegeri ini.
    Melihat dua kali debat di TV antara Prabowo dan Jokowi, pilihan saya sudah bulat dan mantap bahwa untuk mengurus kota, saya senang dengan sosok Jokowi, tapi kalau untuk yg lebih”BESAR” seperti negara ini, maka sosok Prabowo itulah yg akan saya COBLOS.
    Sebagai penutup, HANYA PRABOWO YG BERANI mengatakan didepan layar TV bahwa kekayaan alam kita ini “BOCOR” keluara negeri, banyak perjanjian2 dgn asing dimasa lalu yg “SANGAT” merugikan kita. Dengan mengatakan ini kita akan menjadi negara yg makmur, kalau kekayaan alam kita itu untuk rakyat, bukan untuk perusahaan2 asing. Orang mau bicara APBN silahkan saja, tapi ujung2nya bhw APBN kita itu kecil, sebab negara ini penuh dengan “PERAMPOK” perusahaan asing yang menguras kekayaan kita.
    Saya dukung Prabowo secara “Total Football”.

  52. anton said:

    jd nampaknya terpaksa ya mas..

  53. robert said:

    emang ga bakal.milih jokowi…..apapun pilihan kalimat anda. btw kill dj ini apa ya?

  54. sorry brow ane baca semua tulisannya tapi ane tetep pilih prabowo…piss hargain perbedaan

  55. Kristian H. Sugiyarto said:

    Excellent.

  56. Aku wong tuwo seka Kebondalem Kidul, mung bisa ndedonga muga Gusti tansah paring keslametan marang “harapan” anyar iki. MUga tansah tumemen lan njrebabah ngandemi kawulo cilik, kawulo sudra kayadene aku. Amien

  57. monank said:

    Keren…!!!!

  58. Mbah Jonggol said:

    Emg bener Jokowi adlh pilihan ideal bagi Indonesia dibanding Prabowo krn dia bersih dan tdk terlibat politik.masa lalu. Tapi PDIP sbg pengusung Jokowi jg bkn partai bersih dan tdk kalah busuknya dgn PKS, Golkar, dan PPP. Cuma mimpi jika PDIP gak mengharapkan apa-apa klo Jokowi menang, ingat bro nggak ada makan siang gratis. Gw yakin 100% Jokowi bakalan jd boneka Megawati, Puan dan warga Kebagusan. Gw bkn pendukung Prabowo tapi jgn lebay dlm menilai Jokowi. Ambisi Megawati jd RI-1 masih besar namun dia tau diri rakyat Indonesia tdk mendukungnya makanya dia usung Jokowi sgb presiden dgn harapan bisa menyetir dan mengendalikannya. Bohong aja Jokowi menang gak ada bagi-bagi kekuasaan krn konsep dasar politik adlh bagi-bagi kekuasan. Di politik gak ada teman abadi yg ada adlh kepentingan abadi. Sekali lagi: jgn lebay dgn Jokowi dan mengharapkan yg baik-baik akan menjadi kenyataan. Pelajari dulu masa lalu PDIP krn mereka jg bkn partai bersih dari dosa korupsi dan penjarahan aset negara.

  59. tatang said:

    Harusnya kita ngaca diri……! Kita ini negara indonesia bukan amerika….. Indonesia butuh pemimpin yang tegas dan berani untuk bisa melindungi rakyatnyaa. Semua kita tahu indonesia sangat”lah kaya akan alam. Tapi sayangnya belum ada pemimpin yang mau menjaga kekayaan indonesia itu.

  60. Fani Apriyani said:

    Maaf, bukankah tulisan anda ini sama dengan kampanye hitam?

  61. santi said:

    pertunjukan, pak, bukan pertunjukkan

  62. irma sandra said:

    sukses bro

  63. Toto said:

    ya, karena aku cerdas maka kau tak memilih jokowi…

  64. Keren abis mas tulisannya..ini perpaduan nulis dari dalam hati disertai fakta2..pasti membekas bagi yang membacanya..

    I stand on the Right Side

  65. sunyoto said:

    alasan yg patut diapresiasi…..

  66. Mantap tulisannya mas..ditulis dengan hati disertai Fakta…semoga memberikan inspirasi dan keyakinan untuk mereka yang masih memiliki keraguan siapa Capres yang akan dipilih..

    I Stand on The Right Side

  67. cuih……………. ra mutu…………………………………………

  68. axar said:

    bullshit..!!! tulisan anda ini sm omong kosongnya dgn slogan “isih penak jamanku to”.. meneteskan air mata apanya, wong bacaan jokowi untuk surat Al-fatihah saja salah, tulisan hamdalah yg harusnya “Alhamdulillah” ditulis jadi “Alhamdullilah”

  69. andreenizar said:

    Reblogged this on Kata Saya and commented:
    sebuah perjuangan demokrasi retrorikal yang minoritas, adalah murni!!

    • aquataine said:

      Omong kosong, awal-awal alasan seolah-olah benar dan baik, tapi ke ujung-ujung tidak objektif dan tendensius. Jika kebebasan selalu dianggap baik, golput selalu jadi hak dan selalu ada kebaikan dibalik itu juga karena golput adalah manifestasi dari kebebasan. Ketulusan saja tidak dapat menyelesaikan masalah bangsa ini yang demikian corat marut melainkan butuh kecerdasan (smartness).
      Kasus yang ekstrim kadang membutuhkan langkah yang terlihat radikal (ingat 1998). But who knows?intinya kita harus berani salah dan terus belajar. Dipaksa atau terpaksa memilih yang terbaik dari yang terburuk adalah bentuk “melakukan yang salah secara benar” dan saya lebih memilih “melakukan yang benar secara benar ataupun salah” atau “tidak melakukan sama sekali”. Jika saya dapat tambahkan dari kesimpulan artikel ini, maka jadilah pemilih atau tidak pemilih yang cerdas,… ..

  70. andreenizar said:

    RESPECT OM!!

  71. yuseva said:

    woowwwwww :)

  72. natanael satria said:

    METAL!!!!!!

  73. Elton Susanto said:

    Mantap banget tulisannya. Sangat menyemangati

    • condro said:

      Sejarah bisa diputar balik tergantung siapa pemegang kekuasaan.

  74. Arakian Sanga said:

    mantaap

  75. Tulisan yg cerdas. Saya suka.. spt jg saya suka lagu “Bersatu padu coblos no. 2″ yg Anda tulis.

  76. Diana said:

    setuju….Jangan memilih Jokowi JIKaA ada kepentingan….

  77. marganda ritonga said:

    kurang setuju aja dengan jokowi jadi presiden ! karna sudah ingkar janji ‘ begitu juga pdip ingkar janji. kenapa saya bilang begitu ,? dulu pdip sudah pernah berjanji 5 tahun yg lalu jika megawati gagal maka ia akan dukung prabowo jadi presiden 5 tahun medatang ! begitu juga jokowi pernah berjanji akan menjadi gubernur selama 5 tahun dan tidak akan ikut calon presiden!. apa kita akan memilih calon yg ingkar janji ,? dulu aja dah ingkar ,apa lg nanti jadi presiden ,?

  78. Reblogged this on phylolanta and commented:
    “Bagiku, jika dulu golput adalah perlawanan, sekarang golput adalah ketidak-pedulian”

    Setuju. Saya sebelum ini, juga Golput Permanen. :)

  79. Adi W said:

    Go.. JOKOW.. Go.. !!

  80. samsiza said:

    Nyuwun ngapunten mas marzuki, kulo tasih betah golput….

  81. babe said:

    kereen omm… nice article.. tidak ada kata golput untuk tahun ini..

  82. bangwz said:

    Bagi yang kurang jelas silahkan tanya lagi sama admin kolom ini ,kalo gw sendiri tulisan di atas cukup panjang dan walaupun di baca bolak balik tidak akan merobah siapa saya siapa anda siapa joko siapa bowo…. /@

    *20:31wz/ #demorealisasi.art

  83. Joeko santoso said:

    Stujuuuuuu,…
    kta mhmud md laou 0rng yg agk pntar tau ngrti dh psti milh/ ndukng prabowo…tp sy gk pntar tau gk ngrt,..sy cma pngin crdik dn jujr,,yg mau ngrti pras’n wong cile’,,mmprhtkn nsip kaum lmah,,kuli,dgang,,ptani,nlyan,buroh,..sya pngin pmimpin negri
    Yg tdk sdkitpun mmbri ksmpatn kpd buto”/koruptor/mafia kls kkap mncuil harta bngsa ini,..jman-a soehrto orde bru,,mmang gk bgtu indah djman skarng,tp ad ssi postif-a jg,
    Dn sbalik-a jg,, indah-a jman rformasi demokrasi,,smua bsa bbas, bhkan saking bbas-a brkarya dn berorasi,,bayi mele’pun ikut brorasi,.tp dbli’ smua itu trnyata gk akn lma umr-a negri ini… Krna sudh dporak porandakn oleh buto” yg bgtu bbas lluasa dnegri ini…

  84. alisiregar said:

    Secanggih apapun programmernya, program yg dilahir-besarkan dengan kultur militer kemarin tak akan pernah bisa berjalan maksimal di platform sipil. Canggung bergaul, gagap berdialog sejajar dan tertekan 2 nilai (komando vs sipil) yang lebih sering bertolak-belakang cuma akan membuat program militer merana, frustasi dan kesepian bak memelihara bom waktu. Bagaimana model ledakannya? Cuma Tuhan, dia dan ring1-nya yang paham…

    Salam 2jari dab, horas!!!

  85. Reblogged this on J E N I S A U R U S and commented:
    Rasanya egois kalau tulisan ini saya baca sendiri. Ayo sama-sama jadi pemilih yang cerdas, mandiri, dan bermartabat. :)

  86. moch djahari said:

    Salam dua jari bro !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  87. bleetzi said:

    mantab… dukunglah calon presiden mu dengan cara yang cerdas. tidak usah ada saling menghasut atau fitnah. Semoga Indonesia semakin maju dan besar, siapapun nanti presiden yang terpilih….

  88. andes said:

    amazing2, bagian kecil dari pendapat rakyat indonesia. masing2 punya pendapat dan jadilah orang cerdas.

  89. aksan said:

    so, anda ingin disamakan dengan jayz dan pearljam??? ckckck
    mantabs bro…revolusi mental..pilih dengan cerdas…siapapun presidennya…blog ini tdk boleh dicekal oleh kominfo…

  90. Rino said:

    Dafuq.. Iki jenenge cerdass. Mantapp.

  91. harman said:

    Kok tau jokowi tdk bagi2 jabatan ? Kalo pro rakyat : sebutkan la calon2 menterinya !

  92. keliks said:

    Lebih cerdas, Nasionalisme sedang LUNTUR, jangan memilih capres yang diciayai bangsa lain.

  93. Reblogged this on Brotoadmojo and commented:
    Dalam pemilu presiden kali ini, yang pertama adalah tidak golput, urusan siapa yang nanti dipilih, itu nomor 2. Memantapkan pilihan, satu diantara dua pasti ada yang terbaik.

  94. grindrong said:

    Bangsat.. Merinding bacanya.. Amju terus Jokowi, Maju terus KTDJ, MAju terus Indonesia!

  95. Gunawan Sitepu said:

    Setuju banget…………..plok……plok………..plok…….!!!

  96. ari said:

    Jokowi telah mengkhianati amanat dari rakyat Jakarta, disumpah dibawah kitab Al-Qura’an dan berjanji siap melaksanakan tugas jadi Gubernur Jakarta selam 5 thn dan menyanggupinya , ttp begitu dapat mandat dari ketua partainya ditinggalkan amanat dari rakyat Jakarta……..apakah ini bukan orang yang munafik……?!!!

  97. bolodewadimas said:

    Lo sndiri ngoceh netral tpi kalimat2 lo scra runut subjective mnjelekkan slhsatu capres… Omongkosong lo!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 246 other followers

%d bloggers like this: