Gugur Gunung

Ayo kanca-kanca ngayahi karyaning praja
Kene, kene, gugur gunung tandang gawe
Sayuk rukun bebarengan ro kancane
Lila lan legawa kanggo mulyaning Negara
Siji (loro) telu (papat) maju papat papat
Diulung-ulungake mesthi enggal rampunge
Holobis kuntul baris, holobis kuntul baris

(tembang Gugur Gunung)

Pada tanggal 26 Oktober 2010, pukul 17:42, gunung Merapi, salah satu simbol spiritual bagi kraton dan rakyat Yogyakarta, kembali mengalami erupsi, memuntahkan awan material panas disertai wedhus gembel (awan panas) yang merenggut nyawa 15 orang, termasuk juru kunci Merapi, Mbah Maridjan, sosok yang menjadi panutan bagi rakyat Jogja dalam kesederhanaan, pengabdian, dan tanggung jawab.

Sontak Jogja berduka, puluhan ribu penduduk lereng Merapi meninggalkan desanya menjadi pengungsi, dan masih akan bertambah lebih banyak lagi jumlah pengungsi dan korbannya seiring dengan zona aman yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang, yang hingga saat ini mencapai radius 20 kilometer dari puncak Merapi.

Tapi disitulah keistimewaan Jogja kembali diuji. Seperti ungkapan Bung Karno “Jogja istimewa bukan hanya daerahnya, tapi juga orang-orangnya yang rela berkorban untuk republik”, warga dari berbagai unsur masyarakat bahu-membahu untuk menolong para pengungsi dan korban. Meminjam istilah Jawa; ‘ora sanak ora kadang, yen mati melu kelangan’ (bukan sanak saudara, ketika mati, kita ikut kehilangan), para pengungsi diibaratkan sebagai ‘tamu’ yang harus dilayani, mulai dari gerakan nasi bungkus hingga membuka rumah mereka untuk menampung para pengungsi.

Semangat gotong royong begitu kental, tidak memandang status sosial dan agama. Partisipasi warga yang guyub-rukun dan bahu-membahu untuk menyelesaikan persoalan sepert ini, dalam istilah Jawa disebut dengan ‘gugur gunung’. Istilah inilah yang kemudian digunakan sebagai judul sebuah acara konser amal; sebuah undangan terbuka bagi seluruh insan musik di kota Jogja untuk terlibat dan mencoba memberi sumbangan kepada para korban dan pengungsi. Disepkati juga bahwa hasil dari konser amal Gugur Gunung tersebut akan disumbangkan bukan hanya untuk korban dan pengungsi Merapi, tapi juga untuk korban bencana tsunami di Mentawai, dan banjir di Wasior.

Acara konser Gugur Gunung mungkin tergolong aneh, karena diadakan di kota yang justru sedang dilanda bencana. Tapi hal seperti ini adalah dinamika tipikal kota Jogja, mirip dengan gempa bumi tahun 2006, dalam situasi bagaimana pun, kehidupan diupayakan untuk tetap normal oleh warga, aktivitas ekonomi tetap dijalankan, acara-acara kesenian, pameran, konser, tetap dilangsungkan. Mungkin hanya acara-acara yang dikerjakan oleh pihak dari luar Jogja yang kemudian dibatalkan.

Gugur Gunung hanya dipersiapkan dua hari, Erick Soekamti, front man band punk asal Jogja, Endank Soekamti, menjadi komandan untuk Gugur Gunung, sementara saya, Kill the DJ, founder Jogja Hip Hop Foundation, menjadi juru bicara dari gerakan ini, dibantu rekan-rekan dari event organizer dan para musisi yang lain, akhirnya acara pun berjalan selama tiga hari, 29 s/d 31 Oktober 2010.

Konser pertama, 29 Oktober, di lapangan Lembah UGM, mendapat ujian besar, ditengah acara hujan besar tanpa henti ketika baru empat band manggung dari 24 band yang direncanakan. Begitu pula acara hari kedua, 30 Oktober, di tempat yang sama, ujian kembali datang, kali ini bukan hujan air, tapi hujan abu vulkanik yang melanda wilayah Jogja dan sekitarnya pada malam sebelumnya, acara outdoor menjadi kurang diminati. Alhasil dari dua hari konser, yang melibatkan 48 band ini, hanya mampu mengumpulkan donasi kurang lebih 4 juta rupiah.

Tapi seluruh team Gugur Gunung tidak menyerah, masih ada hari ketiga yang diplot menjadi andalan acara konser amal ini. Di hari ketiga ini line up yang diplot adalah band-band dengan nama besar yang mempunyai fans base kuat di kota Jogja, seperti; ShaggyDog, Endank Soekamti, Sheila on 7, Letto, SKJ 94, Jogja Hip Hop Foundation, dan masih banyak lagi. Juga, pada acara ketiga yang digelar di Liquid Next Generation Club tersebut, diadakan lelang barang-barang milik artis yang disumbangkan, antara lain; Topi milik Anji Drive, Gitar milik Eet Syahrani, Microphone milik Tantri Kotak, dan masih banyak lagi.

Penampil demi penampil manggung, lelang demi lelang terjual, dipandu oleh MC Lokal Anang Batas, Gepenk Kesana-Kesini, Alit Jabang Bayi, dan Kunchunk, acara berlangsung penuh guyon, kocak, dan meriah khas dagelan Mataram, seperti tidak ada beban bahwa Merapi sedang bergejolak diujung kota.

Acara malam itu berhasil mengumpulkan donasi sebesar 40-an juta rupiah yang dihasilkan dari penjualan tiket dan lelang. Setelah dikumpulkan dengan donasi dari konser hari pertama dan kedua, juga lelang yang berlangsung hingga seminggu setelah acara, total Gugur Gunung berhasil menghimpun dana 50-an juta rupiah. Sesuai dengan kesepakatan awal, yang kemudian menjadi subtitle acara ini, ‘dari Jogja untuk Indonesia’, hasil ini akan dibagi untuk sumbangan bencana Merapi, Mentawai, dan Wasior.

Khusus untuk Merapi, rencana awalnya, uang tersebut akan digunakan untuk membangun ulang rumah gamelan di dusun Kinahrejo yang hancur diterjang material panas. Jika ada kekurangan uang akan ditambah dengan dana yang berhasil dikumpulkan oleh United of Nothing, sebuah komunitas tanggap bencana di Jogja yang saya dirikan sejak 2004. Cita-citanya rumah tersebut akan diberi nama Omah Gugur Gunung, sebagai monumen untuk mengenang semangat gotong royong dan pantang menyerah dari seluruh warga Yogyakarta dan sekitarnya dalam menghadapi bencana.

Yogyakarta, 5 November 2010
Kill the DJ

Tulisan ini dimuat di RollingStone Indonesia
http://www.rollingstone.co.id/read/2010/12/02/964/13/2/Gugur-Gunung

Advertisements

Jogja Istimewa

Ditulis & Aransemen oleh: Kill The DJ & Balance
Rapper Crew: Ki Jarot (Kill the DJ – Jahanam – Rotra )
Produksi: Jogja Hip Hop Foundation


Click here to download Jogja Istimewa MP3

Holopis Kuntul Baris..

HOOK:
Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya
Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Jogja Istimewa untuk Indonesia

JAHANAM:
Rungokna iki gatra saka ngayogyakarta
Nagari paling penak rasane koyo swarga
Ora peduli donya dadi neraka
Neng kene tansah edi peni lan merdika
Tanah lahirkan Tahta, Tahta untuk Rakyat
Dimana Rajanya Bercermin di kalbu Rakyat
Demikianlah singgasana bermartabat
Berdiri kokoh tuk mengayomi rakyat
Memayu hayuning bawana
Saka jaman perjuangan nganthi merdika
Jogja istimewa bukan hanya daerahnya
Tapi juga karena orang-orangnya

KILL THE DJ:
Tambur wis ditabuh suling wis muni
Holopis kuntul baris ayo dadi siji
Bareng para prajurit lan senopati
Mukti utawa mati manunggal kawula Gusti
Menyerang tanpa pasukan
Menang tanpa merendahkan
Kesaktian tanpa ajian
Kekayaan tanpa kemewahan
Tenang bagai ombak gemuruh laksana Merapi
Tradisi hidup di tengah modernisasi
Rakyate jajah deso milang kori
Nyebarake seni lan budi pekerti

ROTRA:
Elingo sabdane Sri Sultan Hamengkubuwono kaping sanga
Sak duwur-duwure sinau kudune dewe tetep wong Jawa
Diumpamakne kacang kang ora ninggal lanjaran
Marang bumi sing nglahirake dewe tansah kelingan
Ing ngarso sung tuladha
Ing madya mangun karsa
Tut wuri handayani
Holopis kuntul baris ayo dadi siji
Sepi ing pamrih rame ing nggawe
Sejarah wus mbuktekake
Jogja istimewa bukan hanya untuk dirinya
Jogja istimewa untuk Indonesia

Holopis Kuntul Baris..

My Evacuation Timeline

Tulisan ini saya susun berdasarkan timeline twitter saya @killthedj, ketika saya membantu team Search and Rescue (SAR) DIY melakukan evakuasi tepat ketika Merapi meletus tanggal 5 November 2010 dini hari. Bagi saya, sudah beberapa kali diminta bantuan team SAR sejak bencana gempa bumi di Yogyakarta tahun 2006. Namun inilah pengalaman terberat melakukan evakuasi, karena juga berkejaran dengan waktu dan situasi yang sangat bahaya sebab muntahan-muntahan material panas dan awan panas dari Merapi. Waktu itu saya ditemani @masgufi, manager artist Frau, juga line producer saya untuk Album Kompilasi Jogja Istimewa, ini adalah pengalaman pertama bagi dirinya terlibat dalam evakuasi, tentu akan menjadi pengalaman berharga sepanjang hidupnya.

Keterlibatan saya di SAR dimulai dengan kepedulian, karena 80% yang terlibat membantu evakuasi adalah sukarelawan mahasiswa-mahasiswa pecinta alam. Waktu itu di hari ketiga evakuasi Gempa Bumi Yogyakarta 2006, mereka sudah tidak punya duit untuk operasional, kemudian saya menawarkan bantuan untuk mencarikan dana operasional.

Baiklah, cerita kita mulai…

Sebelumnya harus saya sampaikan, untuk membuatnya menjadi cerita runut, saya perlu menyusun ulang timeline tersebut, karena kadang ada situasi dimana saya benar-benar tidak bisa nge-twitt, atau karena battery Blackberry saya tiris, maka saya mengambil beberapa tweet setelah saya turun dari lereng Merapi. Beberapa bagian juga seperti cerita terpotong karena saya tidak sempat menyimpannya, saya membiarkannya demikian. Beberapa twittphoto baru bisa saya kerjakan ketika beranjak terang, karena Blackberry saya tidak ada lampu flash-nya, dan saya menghindari mempublikasikan foto-foto korban yang mengerikan.

OPENING

(2:12 AM Nov 5th) Mungkin ini letusan terburuk sejak aku lahir, tp saat ini kita membuktikan, bahwa warga Jogja & sekitarnya istimewa; rela membantu sesama!

FLASHBACK

(Sun Nov 07 2010 13:10:41) Dini hari itu, saya memang tdk punya persiapan evakuasi, tiba2 teman SAR nelpon utk naik membantu menurunkan puluhan ribu pengungsi

(Sun Nov 07 2010 13:14:16) Melihat gelombang arus turun pengungsi, saya kemudian sadar, ini bisa lebih melelahkan dari gempa bumi 2006

(Sun Nov 07 2010 13:16:38) Waktu gempa 2006, kita dihantam sekali, lalu mengerti langkah demi langkah utk membantu; logistik, recovery, rekonstruksi

(Sun Nov 07 2010 13:19:33) Saat ini, kita seperti harus mengulangi setiap hari dari nol langkah demi langkah tersebut, krn setiap saat bisa terjadi relokasi barak

(Sun Nov 07 2010 13:29:05) Gempa 2006 kita msh bs melihat, penduduk desa memanen padi ditengah desanya yg hancur. Skrg hal demikian tidak mungkin.

(Fri Nov 05 2010 18:07:27) Ringankan tangan, langkahkan kaki, kita bantu saudara2 kita yg turun mengungsi ke kota. Buktikan kita bisa!!!

(Fri Nov 05 2010 18:02:56) Keistimewaan warga Jogja & sekitarnya diuji. Mari bergandengan tangan utk membuktikan bahwa kita memang istimewa!

(Sun Nov 07 2010 13:37:00) Senang mendengar bahwa warga kota Jogja mengibaratkan para pengungsi lereng Merapi sbg tamu. Saya bangga menjadi bagian dr kebersamaan ini

MANTRA

(5:41 PM Nov 5th) Mukti utawa mati tetep dadi siji (mulia atau mati tetap bersatu)

(5:41 PM Nov 5th) Ora sanak, ora kadang, yen mati melu kelangan (bukan sanak saudara, kalau mati ikut kehilangan)

EVAKUASI

(2:54 AM Nov 5th) @jalinmerapi Alhamdulillah. Target 30 org terjebak di Wukirsari sdh diatasi truk TNI, standby brsama @masgufi di St.Carolus u/ info lanjutan

(3:35 AM Nov 5th) Pesantren Al Qodir Wukirsari 30an org tidak mau turun selama kyai nya tdk turun cc @jalinmerapi

(3:37 AM Nov 5th) Di timur Al Qodir msh ad 50an org yg tdk mau dievakuasi cc @jalinmerapi

(3:41 AM Nov 5th) Byk warga laki2 bertahan di wukirsari. Tdk mau di evakuasi tp mrk sedia mtr. cc @jalinmerapi

(3:54 AM Nov 5th) Kembali bersama pemilik akun aseli. Td saya nyopir. Pesantren Al Qodir sdh kami laporkan ke aparat. Sbg relawan kami tdk bs memaksa.

(3:57 AM Nov 5th) @jalinmerapi Al Qodir & tanjung laki2, perempuan, anak2. Total 70 org tdk mau dievakuasi. Kami serahkan k aparat & langsung ditindaklanjuti

(4:32 AM Nov 5th) Kami standby di Pakem yg berubah menjadi kota mati. Teman2 SAR menyisir dgn motor ke perkampungan. #UN

mulai detik ini saya bertemu dengan @effort_creative dan @AndyKrebo –juga teman-teman akrab di SAR yang lain; Asep dan Badak, untuk selanjutnya bekerja bersama mereka membantu evakuasi.

(4:58 AM Nov 5th) Kami pindah ke Desa Argomulyo bersama teman2 SAR.

ARGOMULYO, BANTARAN SUNGAI GENDOL

(5:36 AM Nov 5th) Kesibukan kami di Argomulyo hingga sekarang. 10km dari Merapi. Semoga menjadi pelajaran warga yg lain

(6:15 AM Nov 5th) Banyak rumah tertimbun dan hangus.. Mohon para warga bantu kami utk mau dievakuasi 20km dr #merapi..

(8:19 AM Nov 5th) Pandangan dr forerider. Menuju RS Sarjito. Manusia tugasnya berusaha..

(6:12 AM Nov 5th) Akhirnyaaaaa!!! Sampe RS sardjito. Asu forider kami gak ngerti jalan.

(6:23 AM Nov 5th) Kami sdh berada di Sarjito, tp harus naik lg, msh banyak pekerjaan. Yg dibawah sudilah membantu pengungsi, bikin nasi bungkus semampunya

(8:06 AM Nov 5th) Batre tiris. Gak bs update lagi dr atas. Msh ada satu pekerjaan sblm turun. #UN

PENUTUP

(18:42 PM Nov 5th) saya berangkat ke Jakarta dgn perjalanan darat krn airport tutup, besok taping di MetroTV bersama @masbutet@saykoji

(10:47 AM Nov 5th) terima kasih buat @masgufi yg tlh memutuskan utk menemaniku membantu evakuasi. pasti akan mnjadi pengalaman berharga utk hidupmu, nak.

(10:55 AM Nov 5th) Tadi seorang prajurit nangis & curhat ke @masgufi ‘kmarin sore saya ajak turun tidak mau, hari ini saya mengevakuasinya tanpa nyawa’

(4:29 AM Nov 5th) Terima kasih kepada @TalkingAndy utk mobil pick-up nya yg trendy.

Sehari setelah itu, saya koar-koar di timeline twitter untuk meminta sumbangan kepada follower saya untuk membantu operasional dan perlengkapan team SAR DIY, karena banyak sepatu, kaus tangan, goggles dan masker mereka yang rusak, meleleh kepanasan. Dalam tiga hari terkumpul dalam bentuk uang dan barang kurang lebih senilai 40 juta, termasuk bantuan barang dari PT. Kawan Lama / Ace Hardware yang diprovokasi @masbutet setelah mendengar keluhan saya saat shooting di Metro TV. Terima kasih untuk semua followerku yang hebat!!!

(10:43 PM Nov 6th) Sinta-Jojo mau ikut aku pulang ke Jogja tweeps! Mau ikutan mbagi nasi bungkus katanya!

Sekian

Kill the DJ

republished from United of Nothing Blog

Gitu Saja Koq Repot

Ditulis & Diaransemen oleh: Kill the DJ & Balance

Rapper Crew: Ki Jarot (Kill the DJ, Jahanam, Rotra)
Produksi: Jogja Hip Hop Foundation & Anarkisari Rekord

Download Gitu Saja Koq Report MP3 via MediaFire

HOOK:
Membela Minoritas – Menjunjung Toleransi
Gitu saja koq repot – Gitu saja koq repot
Menjadi Muslimin – Menjadi Indonesia
Gitu saja koq repot – Gitu saja koq repot

Hanya orang bijaksana
Yang berani berkata
Bahwa Tuhan tidak perlu dibela
Karena dia yang maha kuasa

Jihadmu lebih akbar dari bom bunuh diri
Karena kau adalah humanis sejati
Menyapa kawan, menyambagi lawan,
Silaturrahmi, tanpa pandang golongan

Islam rahmatal lil alamin bagimu
Adalah welas asih tanpa pandang bulu
Tak gentar, pasang badan, tanpa ragu
Telah kau berikan jiwa ragamu guru bangsaku

Kalau aku jadi orang toleran,
karena ayahku yang menjadi panutan
Kalau aku jadi orang rendah hati,
karena ayahku yang menginspirasi,

Dulu kau sering dilecehkan
Presiden koq tidak bisa berjalan
Dari kursi roda kau tuntun bangsa
Menuju demokrasi sesungguhnya

Dulu kau sering dihina
Jadi presiden kok buta
Sebenarnya kau telah ajari kita
Untuk melihat manusia seutuhnya

Di malam yang sunyi
Gus Dur menyanyikan tombo ati
Dzikir seluruh malaikat mengiringi
Gus Dur hanya pulang bukan pergi

Bulan bundar di atas senayan
Semar terbang di Kahyangan
Bercelana pendek dan guyonan
Menendang bola di taman Tuhan

Welas asih telah kau sebarkan
Menjadi api yang tak akan padam
Semoga kami bisa mengamalkan
Kemanusiaan yang telah kau ajarkan

Video Music: Cecak Nguntal Boyo

CECAK NGUNTAL BOYO

Ditulis & aransemen; Kill the DJ a.k.a Chebolang
Produksi Anarkisari Rekord

Download lagu Cicak Nguntal Boyo via MediaFire

HOOK
ANA CICAK NGUNTAL BOYO
BOYO COKLAT NYEKEL GODO
OJO SENENG NGUNTAL NEGORO
MUNDAK RAKYATMU DADI SENGSORO

INI CERITA NEGERI BEDEBAH
PEMIMPINYA HIDUP MEWAH
TAPI RAKYATNYA MAKAN SUSAH
HASIL DARI MENGAIS SAMPAH

DI NEGERI PARA BEDEBAH
YANG BAIK DAN BERSIH BISA SALAH
KEBOHONGAN ITU LUMRAH
RAKYAT KECIL HANYA BISA PASRAH

BUBRAH! PARAH!
BUBRAH! PARAH! BUBRAH!

HOOK
RAKYAT MENCARI PIMPINAN
KETEMUNYA JURAGAN
RAKYAT MENCARI IMAM, YA IMAM
KETEMUNYA TUAN

MAKA JANGAN-LAH JANGAN HERAN
JIKA ADA MAFIA DI PERADILAN
JUAL BELI PASAL DAN HUKUMAN
YANG KUAT BAYAR PASTI MENANG

KATANYA JAMAN SUDAH REFORMASI
TAPI HUKUM MASIH BISA DIBELI
JADI BARANG DAGANGAN, OBYEK KORUPSI
NGGAK PUNYA MALU DAN HARGA DIRI

KALIAN KIRA SELAMANYA RAKYAT KITA BODOH
JIKA RAKYAT MARAH TIRANI PASTI AKAN ROBOH!

HOOK
BIBIT ITU TUNAS
CANDRA ITU SINAR
YANG MENJADI SIMBOL
TEGAKNYA KEADILAN

LANGKAH KECIL TELAH DIMULAI
DARI BAYI BERNAMA DEMOKRASI
KEADILAN TAK BISA DITAWAR LAGI
KEPASTIAN HUKUM ADALAH HARGA MATI

MUNGKIN KITA CAPEK REVOLUSI
MUNGKIN KITA BOSAN DEMONSTRASI
TAPI JANGAN PERNAH BERHENTI
PALING TIDAK TUNJUKAN RASA PEDULI
UNTUK INDONESIA YANG KITA CINTAI

Asmaradhana 388 (Serat Centhini)

Asmaradhana 388 (Serat Centhini)Kill the DJ feat Soimah Pancawati

Ditulis dan diaransemen oleh Kill the DJ
Masuk dalam album kompilasi Poetry Battle 1 Produksi Jogja Hip Hop Foundation (2007)

Download via mediafire Asmaradhan 388

ASMARADHANA 388

HOOK:
Allah Alip Mutaka alim Wakid
Rasul aksara elam jaedi
Muhamad he hu akat-e
Iku sampumeng ing urip
Sanyatane ngelmu sejati
Jati-jatining Allah ya rabi
Jati kakung Jati wanodya
Iya apan Rasul Mohamad

Allah iku siji
kang amengkoni
ora ana lawan
Sadurunge sauwise sepala segala gung
Purba wisesa siji
Anaoran siji
Durung lawan sampun sepala lawan segala
Yeku yayi sijining isbat lan napi

Nir karoning jenenging jalwestri
Ilang araning isbat lan napi
Miwah lan sepapadhane
Roroning tunggal iku

Apan tunggal dadi sawiji
wiji siji mencar ing tuwuh
Kang kagepok kang katingal
Saking pumaning ro maring ji
Siji siji Gustiallah tangala

HOOK

Apan ora durung
nora nora sepa
hya uga
nora segala

Tan ana tan ora reke tan suwung datan wujud
Liring roning asiji asiji siji belaka
tan kurang tan wuwuh roroning isbat lan napi
Roning Rasul Roroning priya lan estri

Sejatining lanang apan estri
Sejatining estri apan lanang
Karana mengkono lire
Estri ing jroning kakung
Mohamad rasulallah kang tumrap ing sebut Rasul
Ing Mohamad Ing Rasul
Rasul ya Mohamad ya
Lanang estri sawiji asih kang suci

HOOK

Sinom 231 (Serat Centhini)

Sinom 231 (Serat Centhini)

Kill the DJ feat Silir Pujiwati
Ditulis dan diaransemen ulang oleh Kill the DJ
Produksi: Jogja Hip Hop Foundation
Album: Poetry Battle 1 (2007)

Download Sinom 231 (Serat Centhini) via mediafire

Sinom 231 – Serat Centhini (Bait 7-12) & Lingsir Wengi

Lingsir wengi sepi durung bisa nendra
Kagoda mring wewayah ang reridu ati

Atapa jroning sarira, sadina-dina gung brangti, datan nana katingalan, sarirane dentangisi, tansah deneling-eling, solahing raga denentung, marganing aneng donya, ciptaningsun lir angimpi, kemang ireng uripku saking sihira…

Marmaningsun aneng dunya, dhapur sira ngandikani, tansah ing raga winangwang wang, among winong sih-ngasihi sih, tansah sih asinung sih sih…

Yen tan ana ananira, mangsa ana ing dumadi…

Kawitane mung sembrana njur kulina
Ra ngira yen bakal nuwuhke tresna

Apa ing sasolahira, ingsun iki aja keri, sanadyan mora pyuyika, tan na toleh lara-pati, sakarsa mamaesi, saking sira merganingsun, wulu-ningsun salembar, apan sira kang (n)darbeni, tranging nala karsaningsun karsanira.

Yen ta sira amisesa, kasanta jroning karonsih, tunggal saraga jiwa, tunggaling karsa pinanggih, tunggal sapati urip, punapa ta rupanipun, nalar sirna dening panrima…

Yen tan ana ananira, mangsa ana ing dumadi…

Rina wengi sing tak puji aja lali
Janjine muga bisa tak ugemi

Advertisements

A Private Blog of Marzuki "Kill the DJ" Mohamad